Minggu, 05 Juni 2011

Haji Plus 2012






Menunaikan Ibadah haji ke Baitullah tentu menjadi harapan bagi setiap muslim yang ingin mengharapkan ridho Robbnya. Disanalah tempat Rasululloh dilahirkan dan disana pula bapak para nabi yaitu Ibrahim AS mengajarkan nilai-nilai penghambaan kepada Allah.

Untuk memenuhi dahaga penghambaan yang dalam itulah, Gema Shafa Marwa Tour & Travel dengan pengalaman 18 tahunan dalam penyelenggaraan Ibadah Haji Plus dan Umroh kembali membuka program Haji Plus dan Umroh.

Dengan dibimbing oleh Ust. KH. DR. Muslih Abdul Karim, MA yg sangat 'alim dan berpengalaman dalam penyelenggaraan bimbingan Haji & Umroh, maka haji & Umroh anda sekalian bersama GSM Tour insya Allah akan menjadi pengalaman spiritual yang sangat mengesankan dan menentramkan jiwa.

Kami menekankan pada niatan Menggapai Haji & Umroh Yang Mabrur Melalui Napak Tilas Ibadah Nabi Muhammad SAW dengan benar-benar menjalankan Haji & Umroh sebagaimana Rasululloh SAW menjalankannya.Semoga dengan ini Haji & Umroh anda semua dibalas Allah dengan predikat Mabrur. Aamiin.

Silakan anda pilih sendiri waktu keberangkatannya dan kami siap memberikan layanan yang terbaik, insya Allah


Kamis, 02 Juni 2011

Jadwal Umroh Standar by Emirates via Dubai


 Di atas merupakan Jadwal Umroh Standar by Emirates yg pernah dilaksanakan PT. Arminareka Perdana pada bulan Mei kemarin.


Untuk lebih jelasnya, silahkan klik  Jadwal Umroh Standar by Emirates

Sabtu, 28 Mei 2011

Mendapat Pertolongan Setelah Membaca Ayat Kursi



Madinah kota suci. Setiap orang yang memasuki kota ini diyakini akan mendapatkan balasan atau teguran secara langsung atas amal ataupun dosa yang dilakukan. Hal-hal yang aneh, ajaib, dan tidak masuk akal kerap dialami jamaah calon haji (calhaj) saat berada di kota mulia ini. 
Malam Senin (18/10/2010), misalnya, seorang ibu masih menggigil kedinginan ketika tiba di kantor Daerah Kerja Madinah. Calhaj asal Jawa Tengah itu, tidak tahu jalan pulang ke pemondokannya. Ia tersesat setelah melakukan salat Isya di Masjid Nabawi.
Petugas haji berkali-kali membujuk sang ibu agar mau makan biar bisa minum obat. Tapi si ibu menggeleng saja. Ia memilih tiduran di sofa, menelungkupkan badannya yang demam.
“Tadi saya sudah minum obat. Saya maunya disuntik saja agar cepat sembuh,” kata ibu berusia 53 tahun itu.
Sang ibu pergi ke tanah suci sendirian. Suaminya telah meninggal dunia. Ini
merupakan hari keempat ibu asal Boyolali itu berada di Madinah. Ia mengaku mulai sedikit hafal jalan dari hotel tempatnya menginap menuju Masjid Nabawi.

Malam itu ia pergi ke masjid untuk salat Maghrib dan Isya bersama teman-teman serombongan. Namun setelah salat ia terpisah dari sang kawan.
“Saya sudah berjalan jauh sekali. Ke sana ke mari. Mungkin ada kalau satu jam. Saya melewati jurang-jurang banyak sekali. Tebing-tebing curam, saya takut sekali,” cerita sang ibu saat diantar pulang menuju pemondokannya.
Calhaj asal Boyolali itu lantas terus-terusan berdoa. Ia membaca ayat kursi memohon pada Allah agar diberikan keselamatan. Dan doa itu dikabulkan oleh Allah. Tidak lama kemudian muncul orang yang menolong ibu paruh baya tersebut.
“Setelah saya membaca ayat kursi tiba-tiba ada laki-laki yang menolong saya.Saya diantar ke kantor tadi (Daker). Dia baik sekali bahkan tidak mau saya bayar,” kata si ibu.
Setelah sampai ke pemondokannya si ibu pun menyatakan akan terus berdoa dan meminta ampunan pada Allah atas dosa tertentu yang mungkin pernah dilakukan. “Katanya kalau di Mekkah atau Madinah itu seperti ujian bagi kita, kita diuji dengan mendapat teguran langsung atas salah kita,” kata si ibu.
Kisah aneh lainnya dialami seorang jamaah asal Jakarta. Pria itu masih gagah,umurnya baru 53 tahun. Awalnya ia sangat yakin tidak akan tersesat untuk pulang ke pemondokannya. Namun usai salat asar, ia hanya muter-muter tidak menemukan pemondokan yang dicarinya. Ia bahkan terpisah dari sang istri.
“Tadi ke sini sama istri saya. Saya yakin nggak tersesat soalnya pemondokannya sangat dekat. Tapi setelah saya jalan kok tidak ketemu juga, Istri saya juga nggak tahu sekarang ada di mana. Saya mungkin ditegur karena terlalu percaya diri,” kisah calhaj asal Jakarta tersebut.
Sang bapak pun akhirnya ditolong petugas haji dan diantarkan ke pemondokan.
mch/taufik rachman